"Selamat datang di blog Imron. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau yang imron tulis tidak berkenan di hati pembaca.

Archive for 2011

10 Alasan Mencintaimu


.


Salah satu yang berarti 

 

Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami
Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi
Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri

 http://www.anggrekbiru.com

Menangislah


.

Menangis bisa karena suka
Bisa juga karena duka
Tapi ada juga tangis dusta
Yaitu tangis yang hanya di bibir saja
Tangis sejati adalah jeritan hati
Karena situasi dan kondisi
Tangis bisa menimpa siapa saja
Dari hamba sahaya hingga Rasulullah yang mulia
Hamba sahaya menangis karena berharap kasih tuannya
Rasulullah menangis karena memikirkan umatnya
Itulah tangis sejati yang terpatri dalam hati
Dan pada Illahi rabbul izzati
Kita bisa bertambah khusyuk

4 Macam Penyakit Hati


.

Jika seseorang bangun pagi
Dan dunia ini telah menjadi obsesi dan ambisi
Maka Allah akam memberikan pada seseorang itu
4 macam penyakit hati
Penyakit pertama adalah sibuk tidak menentu
Tidak produktif dan selalu ada acara-acara yang tidak memberikan bermanfaat
Penyakit yang kedua adalah penyakit khawatir
Selalu waswas terhadap masa depan, terhadap hidupnya, bahkan terhadap matinya
Yang ketiga penyakit selalu kurang dan tidak merasa kaya
Berapun yang diberikan Allah kepada kita selalu kurang
Dan yang terakhir penyakit panjang angan-angan
Marilah dalam hidup ini kita selalu mengembangkan 2 sikap hidup
Yaitu sikap istiqamah dan sikap qana’ah

Memuji, menghargai Diri


.

Ada orang yang amat susah menghargai orang lain apalagi memujinya
Ada orang yang amat pelit dengan sikapny apa lagi senyumnya
Dia kira harga diri terletak pada pundak, pada rupa, pada suku
Dia kira kepuasan dan kehormatan juga terletak pada istana dam mercy-nya
Memuji orang lain dengan benar sebenarnya tak mengurangi gengsi
Apalagi menurunkan derajat dan harga diri
Sungguh Rasulullah amat senang memuji para sahabatnya
Kepada Umar Ibnul Khatthab dikatakan;
Wahai Umar
Jikalau ada Nabi sesudahku sesungguhnya engkaulah yang pantas menggantikannya
Kepada khalyak ramai disabdakan
Jika aku gudang ilmu
Sesungguhnya Ali adalah kuncinya
Memuji orang lain artinya menghargai diri sendiri

Memperkokoh Kebersamaan


.

Ada sebuah ilustrasi untuk menjadi renungan kita
Mengapa bangunan kokoh berdiri
Kenapa menara-menara menjulang tinggi
Padahal di dalamnya hanya rangkaian batu bata, semen, pasir dan besi
Batu bata tak mungkin berdiri sekuat bangunan kokoh
Semen hanya menjadi perekat
Sementara pasir-hanya butiran-butiran kecil yang bertebaran
Tapi semua menjadi tempat berlindung manusia
Dari terik matahari dan hujan yang membasahi
Begitupun kita
Manusia tak punya kuasa apa-apa
Jika bercerai dalam kesendirian
Namun manusia bisa seperti bangunan yang kokoh
Dalam rangkaian kesatuan
Seperti jari-jari yang kuat ketika saling berdekapan
Seperti barisan pasukan yang melangkah dalam kesatuaan

Waktu Terus berlalu


.

Pernahkah kita berpikir tentan waktu
Yang terus berlalu meninggalkan masa lalu
Sietiap orang punya cara pandang
Tentang waktu yang tak pernah berulang
Bagi sebagian orang
Waktu adalah uang
Bagi sebagian lainnya, waktu adalah pedang
Waktu sangat menguntungkan layaknya uang
Tapi waktu bisa menebas kesempatan layaknya pedang
Bila kita melalaikannya
Pekerjaan yang kita tinggalkan meskipun masih bisa diganti
Tapi waktu tak pernah kembali
Maka jangan bermain-main dengan waktu
Karena Allah ttak pernah bermain-main dengan segala sesuatu
Allah berfirman:
“Tidaklah kami menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main”.

Rakus


.

Tahukah kita apa yang Rasul khawatirkan
Bukan kemiskinan atau kemelaratan
Tetapi kekayaan dan kemewahan
Kekayaan sering menyebabkan pertentangan dan bahkan kebinasaan
Masalah menyimpangan harta dari dulu sampai sekarang
Ia selalu membawa bencana dan kesengsaraan
Namun manusia tak juga mengambil pelajaran
Jangan sampai kekhawatiran Rasulullah terjadi di negri ini
Negri penuh potensi namun tak boleh menjadi ajang eksploitasi
Adakah bukti cinta kita kepada negri ini
Bahwa kemiskinan bukan untuk diratapi
Tapi kekasayaan yang mementingkan diri
Justru yang dapat memutus tali silaturahmi
Rasulullah tidak menghendaki semua itu

Manusia Terkuat


.

Siapakah yang paling kuat di antara kita
Siapakah yang paling berkuasa di antara kita
Dan siapa pemenang di antara kita
Bukan para binaraga, bukan pula penguasa
Bukan para pemimpin perang, bukan pula cerdik cendekia
Orang kuat adalah mereka yang kuasa
Melawan nafsu angkara murka
Dan menahan diri ketika marah
Yang tidak terbahak ketika  suka
Yang tidak meratap ketika nista
Yang tidak berbangga diri dan takabur lantaran punya posisi
Yang tidak putus asa lantaran gagal dalam usaha
Itulah orang kuat dalam pandangan agama

Mencari Kebahagian Sejati


.


Dalam hidup ini kita sering melihat
Seseorang yang pekerjaannya mencari dan mencari
Mengumpulkan dan mengumpulkan
Tak ada pikiran untuk memberi
Agama menganjurkan kepada kita
Dalam hidup ini ada kebahagian memberi
Carilah kebahagian dalam memberi
Meskipun kita kehilangan
Tetapi terasa mendapat
Para syuhada kita telah telah memberi contoh
Bagaimana mereka kehilangan
Tapi merasa mendapat
Al-quran juga mengisyaratkan kepada kita
Bahwa orang yang mati syahid itu tidak pernah mati
Kecuali merekas selalu mendapatkan rezeki
Kehidupan yang membahagiakan di sisi Allah
Itulah kebahagian sejati yang kita cari dalam hidup ini

Marhaban Ya Ramadhan


.

Ramadhan adalah bulan petunjuk
Yang memberi arah dan jalan untuk tunduk
Pada Sang Pencipta semua makhluk
Ramadhan adalah bulan pembakaran
Yang menghanguskan segala dosa perbuatan
Agar bersemi tunas kebaikan
Ramadhan adalah bulan penyucian
Tempat segala kebajikan dilipatgandakan
Dan segala dosa dimaafkan
Ramadhan adalah bulan seribu bulan
Di mana segala berkah diturunkan
Dan berbagai rahmat diberikan
Siapa yang menyia-nyiakan
Jangan harap kesucian akan datang
Di akhir bulan tempat kembali
Hanya sesal di hati
Bila ramadhan telah pergi
 Dan ramadhan nanti
Belum tentu kita bertemu lagi
Marilah kita memantapkan hati
Untuk mengabdikan sujud di bulan suci ini
Hanya kepada Ilahi

100 Cinta Allah


.

Pernahkah kita saksikan
Sapi yang menyusui anaknya
Dan kuda yang mengangkat kakinya
Agar anaknya terhidar dari injakan
Pernakah kita rasakan
Desiran angina melambaikan dedaunan
Dan mengantarkan sejuk pada kulit dan badan
Adakah rasa damai ketika malam tiba
Rembulan menebarkan sinarnya
Dan bintang gemitang berkedip menyemarakan angkasa
Itu semua baru satu bagian dari nikmat dan kasih saying Allah
Bila kita merasakan cinta yang luar biasa di dunia ini
Melalui satu cinta yang Tuhan cipta
Bayangkan, kasih sayang Allah jauh lebih indah dari segalanya
Masih ada 99 bagian dari nikmat dan kasih sayang Allah
Untuk para hamba-hamba-Nya yang bertakwa

Mancari Jabatan


.

Ada sebuah renungan tentang jabatan
Untuk apa jabatan direngkuh
Untuk apa kekuasaan diraih
Bukankah semua itu beban dan perlu pertanggungjawaban
Di hadaoan orang dan Tuhan
Tahukah kau bahwa jabatan adalah pengorbanan
Bukan mencari kesempatan apalagi keuntungan
Jabatan adalah kepercayaan
Tapi ketika kekuasaan menjadi rebutan
Tak adalagi kepercayaan
Yang ada hanya pilihan yang ter elakan
Rasulullah tak pernah merelakan
Bila jabatan dicari dan diharapkan
“sesungguhnya kami tidak mengangkat jabatan orang yang memintanya dan tidak pula orang yang sangat mengharapkannya.”
Begitu pesan Rasulullah kepada kita semua.

Menghadapi Ujian


.

Bagi sebagian orang, penderitaan adalah ujian
Ia pelajaran berharga yang memerlukan kesabaran
Tapi, bagi sebagian orang
Penderitaan adalah kehinaan
Ia harus dihindari meski dengan kecurangan dan kebohongan
Penderitaan bahkan dipandang sebgai malapetaka
Sedikit saja ada kesulitan, mereka tersiksa
Padahal penderitaan sebgai ujian adalah keniscayaan
Agar kita memiliki kekuatan dan kesabaran
Dan Allah tak akan mengungkiri
Bahwa ujiana berupa sedikit ketakutan
Kelaparan dan kekurangan harta,
Jiwa serta buah-buahan senantiasa terjadi
Dan hanya pada mereka yang bersabar, berita gembira itu menanti
(QS Al-Baqarah [2]:155)

Makna Masa Lalu


.

Pernahkan kita belajar pada masa lalu
Tentang kaum-kaum yang dibinasakan
Pernahkah kita merenungi masa lalu
Tetang kaum yang tamak dan rakus
Berbagai cara dilakukan
Berbagai strategi disusun
Berbagai langkah disiapkan
Untuk mendapatkan sesuatu diluar peruntukan
Itulah korupsi yang menelantarkan
Nasib bangsa dipertaruhkan
Bagi segelintir orang yang rakus uang
Padahal neraka sudah pasti dating
Membakar daging-daging yang berkembang
Dari harta para pengemplang
Jangan sesal bila Negara terancam
Oleh alam yang meneggelamkan
Karena lalai belajar pada kaum-kaum yang dibinasakan
Masihkah kita punya hati nurani

Lupa Diri


.

Manusia, makhluk yang mulia dan dimanja
Dengan rupa yang sempurna
Dengan kecanggihan akal di dalamnya
Darat dan laut dicipta untuk manusia
Sebagai lading rezeki untuk kehidupannya
Tetapi manusia juga makhluk yang sombong
Karena menerima beban
Yang makhluk lain tak mampu memikulnya
Tapi inilah ujian
Kemudian jiwa dipertaruhkan
Kesempurnaan rupa diperhitungkan
Dan kecanggihan akal diandalkan
Sekali gagal menjalankan
Manusia menjadi makhluk terhina
Bahkan lebih sesat  dari seluruh makhluk alam raya
Karena jiwa raga sudah tidak ada gunanya
Wafi anfusikum afala tubshirun
Hanya kepada diri, manusia harus bercermin

Sekadar Puasa


.

Puasa bukan sekadar menahan diri
Bukan pula menyiksa diri
Puasa penentu derajat diri yang sejati
Sebagai manusia yang tak ada beda
Dari rakyat jelata hingga pengusa
Puasa menyebabkan kita satu rasa
Jabatan dan identitas menjadi tak bermakna
Bila puasa tidak mendekatkan dengan sang pencipta
Bila puasa tak menyucikan jiwa dan raga
Dan bila puasa tak menggerakan kebaikan kepada sesame
Itulah puasa yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga
Niatkan puasa untuk mencapai ridha-Nya
Teguhkan puasa dalam menggapai kesabaran
Dan patrikan puasa mencapai maqam takwa

Dusta


.


Pernahkah kita rasa
Bahwa dusta membuat kerja sia-sia
Pernahkah kita sadari bahwa berdusta itu menyakiti
Mungkin semua itu tidak terasa karena kebiasaan kita
Membohongi siapa saja
Tanpa rasa tersiksa maupun berdosa
Tetapi di saat puasa
Dusta bias berbuah hampa
Karena puasa hanya menyisakan haus dan dahaga
Itulah puasa tanpa makan
Masihkah kita berharap takwa dari puasa
Bila mulut kita berlinang dusta?
Hanya zikir yang membasahi hati
Kita berharap Ilahi mencintai
Dan menyibak segala tirai
Yang menutup cahaya Ilahi

Tak Boleh Mencaci


.

Alangkah mulianya orang berpuasa
Tanpa dipaksa mereka menahan dahaga
Tanpa ancaman, lapar mereka rasa
Karenanya bagi Allah puasa adalah ibadah tersendiri
Dengan pahala sebagai rahasia ilahi
Karena itu pula kita tak boleh mencaci
Terhadap orang yang tidak mengikuti
Begitupun sebaliknya
Orang tak berpuasa berpuasa sebaiknya menhormati
Pada orang yang menahan diri
Agar puasa tidak sia-sia
Jalani dengan ikhlas diri
Karena puasa bukan sekadar melatih raga
Tetapi juga kewajiban jiwa

Aku dan makna


.

Aku mengukir garis lengkung di bibirku
Isyaratkan rona2 hati merah muda…
Begitu lembut membelai jantungku..
Seperti ketika kehidupan berikan nyaman di waktuku..
Aku mengukir tanya di benakku..
Isyaratkan pikir yang menuntut kepastian..
Mendesak hebat menyesakkan dadaku
Seperti ketika awan gelap curahkan hujan…
Wahai kau sebuah makna..
Berikan aku setitik terang tuk langkahku…
Ketika ku ingin menggapaimu..
Dan berbisik..aku mencintaimu tanpa syarat

www.puisiromantis.org