"Selamat datang di blog Imron. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau yang imron tulis tidak berkenan di hati pembaca.

10 Alasan Mencintaimu


.


Salah satu yang berarti 

 

Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami
Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi
Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri

 http://www.anggrekbiru.com

Menangislah


.

Menangis bisa karena suka
Bisa juga karena duka
Tapi ada juga tangis dusta
Yaitu tangis yang hanya di bibir saja
Tangis sejati adalah jeritan hati
Karena situasi dan kondisi
Tangis bisa menimpa siapa saja
Dari hamba sahaya hingga Rasulullah yang mulia
Hamba sahaya menangis karena berharap kasih tuannya
Rasulullah menangis karena memikirkan umatnya
Itulah tangis sejati yang terpatri dalam hati
Dan pada Illahi rabbul izzati
Kita bisa bertambah khusyuk

4 Macam Penyakit Hati


.

Jika seseorang bangun pagi
Dan dunia ini telah menjadi obsesi dan ambisi
Maka Allah akam memberikan pada seseorang itu
4 macam penyakit hati
Penyakit pertama adalah sibuk tidak menentu
Tidak produktif dan selalu ada acara-acara yang tidak memberikan bermanfaat
Penyakit yang kedua adalah penyakit khawatir
Selalu waswas terhadap masa depan, terhadap hidupnya, bahkan terhadap matinya
Yang ketiga penyakit selalu kurang dan tidak merasa kaya
Berapun yang diberikan Allah kepada kita selalu kurang
Dan yang terakhir penyakit panjang angan-angan
Marilah dalam hidup ini kita selalu mengembangkan 2 sikap hidup
Yaitu sikap istiqamah dan sikap qana’ah

Memuji, menghargai Diri


.

Ada orang yang amat susah menghargai orang lain apalagi memujinya
Ada orang yang amat pelit dengan sikapny apa lagi senyumnya
Dia kira harga diri terletak pada pundak, pada rupa, pada suku
Dia kira kepuasan dan kehormatan juga terletak pada istana dam mercy-nya
Memuji orang lain dengan benar sebenarnya tak mengurangi gengsi
Apalagi menurunkan derajat dan harga diri
Sungguh Rasulullah amat senang memuji para sahabatnya
Kepada Umar Ibnul Khatthab dikatakan;
Wahai Umar
Jikalau ada Nabi sesudahku sesungguhnya engkaulah yang pantas menggantikannya
Kepada khalyak ramai disabdakan
Jika aku gudang ilmu
Sesungguhnya Ali adalah kuncinya
Memuji orang lain artinya menghargai diri sendiri

Memperkokoh Kebersamaan


.

Ada sebuah ilustrasi untuk menjadi renungan kita
Mengapa bangunan kokoh berdiri
Kenapa menara-menara menjulang tinggi
Padahal di dalamnya hanya rangkaian batu bata, semen, pasir dan besi
Batu bata tak mungkin berdiri sekuat bangunan kokoh
Semen hanya menjadi perekat
Sementara pasir-hanya butiran-butiran kecil yang bertebaran
Tapi semua menjadi tempat berlindung manusia
Dari terik matahari dan hujan yang membasahi
Begitupun kita
Manusia tak punya kuasa apa-apa
Jika bercerai dalam kesendirian
Namun manusia bisa seperti bangunan yang kokoh
Dalam rangkaian kesatuan
Seperti jari-jari yang kuat ketika saling berdekapan
Seperti barisan pasukan yang melangkah dalam kesatuaan

Waktu Terus berlalu


.

Pernahkah kita berpikir tentan waktu
Yang terus berlalu meninggalkan masa lalu
Sietiap orang punya cara pandang
Tentang waktu yang tak pernah berulang
Bagi sebagian orang
Waktu adalah uang
Bagi sebagian lainnya, waktu adalah pedang
Waktu sangat menguntungkan layaknya uang
Tapi waktu bisa menebas kesempatan layaknya pedang
Bila kita melalaikannya
Pekerjaan yang kita tinggalkan meskipun masih bisa diganti
Tapi waktu tak pernah kembali
Maka jangan bermain-main dengan waktu
Karena Allah ttak pernah bermain-main dengan segala sesuatu
Allah berfirman:
“Tidaklah kami menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main”.

Rakus


.

Tahukah kita apa yang Rasul khawatirkan
Bukan kemiskinan atau kemelaratan
Tetapi kekayaan dan kemewahan
Kekayaan sering menyebabkan pertentangan dan bahkan kebinasaan
Masalah menyimpangan harta dari dulu sampai sekarang
Ia selalu membawa bencana dan kesengsaraan
Namun manusia tak juga mengambil pelajaran
Jangan sampai kekhawatiran Rasulullah terjadi di negri ini
Negri penuh potensi namun tak boleh menjadi ajang eksploitasi
Adakah bukti cinta kita kepada negri ini
Bahwa kemiskinan bukan untuk diratapi
Tapi kekasayaan yang mementingkan diri
Justru yang dapat memutus tali silaturahmi
Rasulullah tidak menghendaki semua itu